kUMPULAN rETAKAN pUING-pUING hATI #2#
azura! Dunia ini amat luas,
dan Tuhan telah memberi kita kesanggupan
mengembara didalam dunia yg luas itu
maka jika kita beruntung,
dan Allah memberi izin kita hidup
sebagai pasangan kekasih
adalah surat-surat itu
untuk mematrikan cinta kita
tetapi jika kiranya pertemuan nasib dan hidup kita
tidak beroleh keizinan Tuhan sejak dari azaliNya,
adalah pula surat-surat itu akan jadi peringatan
dari dua orang pasangan atas ketulusan
menghadapi cinta
jangan engkau berwas-was kepadaku azura
kirimkan suratmu,
surat-suratmu akan kusimpan baik-baik
meskipun tak berapa jauh jarak antara kita,
namun engkau telah terpisah dariku,
engkau telah jauh..
Dan pada persangkaanku
Sukar pula kita akan bertemu lagi
Karena boleh dikatakan
Berpagar aur keliling
Telah jauh engkau sekarang kekasihku
Alangkah besarnya kamalanganku & kesengsaraanku
Alngkah gelapnya dunia disekitarku
Aku telah menipu diri sendiri
Seketika aku memberi nasehat
Menyuruhmu pergi meninggalkanku
Pada sangkaku seketika itu
Sebagai kuterangkan kepadamu
Aku akan sanggup sabar
Menahan hati berpisah denganmu
Tapi setelah wajahmu yg muram itu,
Mata yg selalu membayangkan kedukaan,
Perkataan yg selalu menimbulkan kesedihan,
Setelah semuanya hilang dari mataku
Barulah aku insaf
Bahwa aku ini..
seorang lelaki yg lemah hati
tak sanggup menanggung kedukaan
dan kesedihan lebih daripada semestinya
aku nasehatkan supaya engkau pergi
ialah karena perintah pertimbangan akal
memikirkan akibat dan ancaman
tetapi setelah engkau pergi
perasaan hati yg tadinya dikalahkan
oleh pertimbangan telah memberontak kembali;
wajahmu, matamu, semuanya kembali terbayang
lelah aku menahan air mataku
seketika melepasmu pergi
dan seketika air mata tak tertahan lagi
itulah sebab aku berpaling
dan tidak aku perlihatkan
engkau sampai sehilang-hilangnya
dari mataku
sekarang air mata yg tertahan itu
telah melimpah
bergelora menyebabkan kurus badanku
alangkah pahitnya perpisahan
alangkah sukarnya menghadapi semua soal ini
sehari setelah engkau pergi jauh
aku pergi sendiri ke sawah
hendak melihat padi yg baru ditanam
sawah tempat kita bercinta tempo hari
aku cari engkau disana,
engkau tak ada
aku pergi ke tempat menuai rindu kita
tempat engkau mula-mula
mengetahui rahasia hatiku
disitupun engkau tak ada
Oh.. tanah yg sering kita duduki berdua
Seakan berberita
Disitulah aku insaf,
bahwa hari yg telah lalu itu memang telah lalu
hari yg dahulu memang telah pergi
mengulang jejak yg lama sudah sukar
yg tinggal hanya peringatannya saja
disanalah kekasihku..
diwaktu itulah air mataku tak tertahan lagi
sehingga sahabatku
yg selama ini belum kukenal benar akan rahasiaku
telah mendapat rahasia itu semuanya
dan telah turut menangis lantaran tangisku
tangis orang lain itulah yg sedikit dapat meringankan
tanggungan hatiku
to: Azura
“Melukiskan suatu kisah cinta murni diantara sepasang remaja yg dilandasi cinta kasih yg ikhlas dan kesucian jiwa [Kisah 16 Januari – 22 Maret ‘06].”