kUMPULAN rETAKAN pUING-pUING hATI #4#
sebenarnya pada hati terdalam
aku pun bingung dengan hubungan kita
apakah aku yg belum terjaga dari tidurku?..
tidur yg membawa kenikmatan lahir & bathin
benarkah sudah ditutup
perjalanan hidup kita hingga kini?..
benarkah telah putus pertalian kita
dan aku sudah jadi orang lain
dalam pemandanganmu?..
tidak akan berkenalan lagi
tidak akan bertegur sapa lagi ketika bertemu?..
benarkah bahwa peringatan kau kepadaku
sehingga kata-kata ini hanya akan laksana
peringatan seorang manusia
atas mimpi-mimpinya
yg telah dihapuskan
oleh pergelaran masa dan pertukaran waktu?..
benarkah Azura, bahwa sejak sekarang
kitab kita telah tamat?..
bila kita bertemu ditengah jalan
yg seorang akan menyisih kejalan kiri
dan yg seorang akan menyingkir kejalan kanan?..
alangkah lekasnya hari berubah,
alangkah cepatnya masa berganti!
apakah dalam masa sebulan dua saja
istana kenang-kenangan
yg telah kita dirikan berdua dihancurkan
oleh angin puting beliung
sehingga dengan bekas-bekasnya sekalipun
tidak akan bertemu kembali?..
ingatkah kau azura,
bahwa istana itu telah kita tegakkan
di atas air mata kita,
di atas kedukaan dan derita kita
betapa kerasnya pukulan nasib atas diriku
bertimpa dan bergilir
sejak masih mengentak ubun-ubunku
ku tempuh itu dengan dada
yg tak berdebar sedikit pun
sebab ada pintu gerbang pengharapan terbuka
sekarang pintu itu telah tertutup kembali
tidak ada harapan lagi akan
dibukakan orang
Benarkah Azura, bahwa aku akan berdiri
didepan gerbang itu dengan putus asa?..
hujan kehujanan dan panas kepanasan
sedang orang yg berlintas pun tak ada?..
menurut sangkaku semula
kisah cinta kita itu
akan terpisah hanya dipisahkan kematian
sekarang kita masih hidup,
belum sampai tumbuh uban dikepala kita
alam pun masih alam yg dahulu juga,
keadaan telah berubah saja demikian rupa
suatu kejadian … yg tiada dapat mengatasinya lagi
apakah keadaanku yg tidak kau setujui azura?..
apakah yg telah menyebabkan
dengan segera namaku kau coreng dihatimu?..
ah.. Azura, jika kau tahu!
agaknya belum pernah orang lain
jatuh cinta sebagaimana kejatuhanku ini
dan bila kau alami kelak
agaknya tidak juga akan kau dapati
cinta sebagaimana cintaku
cintaku kepadamu
lebih dari cinta saudara kepada saudaranya
cinta ayah kepada anaknya
kadang-kadang derajat cintaku
sudah terlalu amat naik,
sehingga hanya dua yg menandingi kecintaan itu
pertama Tuhan dan kedua Mati …
to: Azura
“Melukiskan suatu kisah cinta murni diantara sepasang remaja yg dilandasi cinta kasih yg ikhlas dan kesucian jiwa yang patut dijadikan tamsil ibarat [Kisah 16 Januari – 22 Maret ‘06].”
No comments yet.