Sentroclub’s Weblog

hidup hanya sekali sebentar lagi mati

Qunut Shalat Shubuh

Soal:

Ada sebagian kalangan yg beranggapan bahwa qunut shalat shubuh tidak sunnah. Bahkan haram hukumnya, karena Rasulullah SAW tidak melaksanakannya. Bagaimanakah sebenarnya hukum membaca qunut dalam shalat shubuh? Apakah benar Rasulullah SAW tidak melaksanakannya?

 

Jawab:

Ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa hukum membaca qunut pada shalat shubuh termasuk sunnah ab’adh. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya al-Majmu’:

“Dalam madzhab kita (madzhab Syafi’i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat shubuh, baik ada bala’ (cobaan, bencana, adzab, dlsb) maupun tidak. Inilah pendapat kebanyakan ulama salaf dan setelahnya. Diantaranya adalah Abu Bakar al-Shiddiq, Umar bin al-Khattab, Utsman, Ali, Ibn Abbas dan al-Barra’ bin Azib ra.” [al-Majmu’, juz.I, hal.504]

 

Dalil yg bisa dijadikan acuan adalah hadits Nabi SAW:

“Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik ra., “Beliau berkata, “Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika shalat shubuh hingga beliau wafat.” [Musnad Ahmad bin Hanbal, hal.12196]

 

Mengomentari hadits ini, pakar hadits al-Allamah Muhammad bin Allan al-Shiddiqi dalam kitabnya, al-Futuhat al-Rabbniyyah berkata:

“Adapun qunut diwaktu shalat shubuh, maka Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya hingga beliau meninggal dunia. Ini adalah yg benar, dan diriwayatkan serta di-shahih-kan oleh sgolongan pakar yg banyak hafal hadits. Diantara orang yg menyatakan ke-shahih-an hadits ini adalah al-Hafizh Abu Abdillah Muhammad bin Ali al-Balkhi, al-Hakim dalam al-Mustadrak, dan dibeberapa tempat dari kitab yg ditulis oleh al-Baihaqi. Al-Daruquthni juga meriwayatkannya dari beberapa jalur dengan berbagai sanad yg shahih.” [al-Futuhat al-Rabbniyyah ‘ala al-Adzkar al-Nawawiyyah, juz.II, hal.268]

 

Syaikh Jad al-Haq Ali Jad al-Haq salah seorang syaikh al-Azhar mengatakan:

“Barang siapa yg melaksanakan qunut pada shalat shubuh, maka ia telah melaksanakan sunnah Nabi SAW yg telah diikuti oleh sahabat Nabi SAW serta diamalkan para ulama mujtahid, fuqaha’, dan para ahli hadits.” [al-Qunut bayn al-Syir’ah wa al-Bid’ah]

 

Memang ada hadits yg menyatakan bahwa Nabi SAW tidak melakukan qunut, namun hadits itu tidak dapat dijadikan alas an untuk tidak mensunnahkan, apalagi sampai melarang qunut. Sesuai kaidah Ushul Fiqh:

“Dalil yg menjelaskan adanya (terhadinya) suatu perkara didahulukan dari dalil yg menyatakan bahwa perkara tersebut tidak ada. Sebab adanya penjelasan pada suatu dalil, menunjukkan adanya pengetahuan (ilmu) yg lebih pada dalil tersebut.” [Syarh al-Kawkab al-Sathi fi Nadzm Jam al-Jawami, juz.II, hal.475]

 

Dengan demikian membaca qunut shubuh dalam segala keadaan itu hukumnya sunnah, karena Nabi Muhammad SAW selalu melakukannya hingga beliau wafat.

June 2, 2008 - Posted by | salam

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: