Sentroclub’s Weblog

hidup hanya sekali sebentar lagi mati

ketika ALLAH berkata Tidak

Ketika manusia berdo’a,

“Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.”

Allah berkata,

“Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ketika manusia berdo’a,

“Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.”

Allah berkata,

“Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

Ketika manusia berdo’a,

“Ya Allah beri aku kesabaran.”

Allah berkata,

“Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak

diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ketika manusia berdo’a,

“Ya Allah beri aku kebahagiaan.”

Allah berkata,

“Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk

menghargai keberkahan itu.”

Ketika manusia berdo’a

“Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.

Allah berkata,

“Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada_Ku.”

Ketika manusia berdo’a

“Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.”

Allah berkata,

“Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdo’a

“Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.

Allah berkata..

“Akhirnya kau mengerti …!”

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah

memanjatkan doa,

meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah

kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali

orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan,

tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai,

berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti

pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan,

namun kebutuhanlah yang terus meningkat

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan

pilek, lalu kita melihat tukang es.

Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es

dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada

Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu

lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita.

Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.

orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat

itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang

paling baik bagi kita.

Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan

terus berdoa.

July 9, 2008 - Posted by | salam

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: